Minggu, 03 Oktober 2010

Selamat Datang Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI Tahun Akademik 2010-2011.

Kamis, 16 September 2010


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H...MAAFKAN ATAS SEGALA PERBUATAN DAN PERKATAAN YANG SAYAPERBUAT

Kamis, 29 April 2010

Kesuksesan seseorang semua berawal dari seorang guru. Guru adalah sumber ilmu dan membuat orang sukses dan terkenal. Sudah banyak orang terkenal, menteri, bahkan mungkin presiden semua melalui tahapan pendidikan dari TK s/d SMA. Tapi apakah sudah seimbang apa yang dihasilkan (output) dengan hasil orang-orang terkenal, menteri ataupun presiden sekalipun, belum semua guru mendapatkan hasil yang sebagaimana mereka hasilkan seperti orang-orang tadi di atas. Itu merupakan pembuka bagi cerita saya ini, Kasus yang akan saya ceritakan merupakan kasus nyata atau potret nyata seorang guru wanita yang bekerja pada sebuah SD Negeri di daerah Jakarta Timur. Pagi-pagi sekali Ibu Guru ini seudah berangkat untuk menunaikan tugas untuk mengajar, mengingat jadwal masuk anak sekolah untuk daerah DKI Jakarta paling lambat pukul 06.30 WIB, mau tidak mau guru tersebut (saya sebut Ibu guru) sudah harus mendahului murid-muridnya lebih awal. Ibu guru in merupakan guru honorer dan belum mendapatkan kesempatan diangkat untuk menjadi pegawai negeri sipil (miris memang). Ibu guru mengajarkan pelajaran bahasa Inggris untuk anak SD dari kelas satu sampai dengan kelas enam, dimana untuk hari kerjanya dari hari senin sampai sabtu. Tapi coba bayangkan kerja dalam tujuh hari seminggu, duapuluh enam hari dalam sebulan tapi apa yang telah dilaksanakan oleh ibu guru belum sebanding dengan apa yang di dapat oleh ibu guru.
>
> Ibu guru ikhlas mengajarkan pelajaran, semangat, dan mempunyai obsesi anak-anak muridnya untuk bisa, bahkan lebih dalam mendapatkan ilmu. Ibu guru mempunyai dua oran anak (yang pertama perempuan dan yang kedua laki), dan mempunyai suami yang hanya bekerja sebagai pegawai swasta dengan penghasilan untuk ukuran Jakarta itu tergolong miskin. Untung saja untuk urusan ekonomi keluarga cukup dan tidak ada lebih untuk menabung. Ibu guru telah mengabdi selama 10 tahun sebagai tenaga honorer di SD Negeri di dareha Jakarta Timur. Perhatian yang diharapkan tidak sesuai untuk ukuran guru honorer, kenapa saya menyampaikan seperti itu.
>
> Yang pertama untuk guru honor di daerah DKI Jakarta penghasilan tidak setiap bulan mereka dapatkan, kadang satu bulan lebih, bahkan pada suatu masa pernah mendapatkan honor mengajar sampai tiga bulan sekali,itu berjalan cukup lama. Apakah ini yang dibilang pemerataan keadilan yang selama ini digemborkan oleh pihak-pihak yang telah dibesarkan atas jasa guru-guru. Bayangkan saja ibu guru ini dalam mendapatkan penghasilan tiga bulan sekali itu juga diambil dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diberikan oleh Pemda DKI Jakarta. Ibu guru ini bahkan masih harus membantu perekonomian keluarga, dimana anak-anaknya bertambah besar dan menuntut anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan. Untuk menutupi perekonomian ibu guru ini bahkan harus pulang sore untuk membantu perekonomian yaitu dengan cara mengajarkan les bahasa Inggris kepada murid sebagai pelajaran tambahan.
>
> Demikianlah cerita saya ini, mungkin ini hanya salah satu potret guru yang ada di Indonesia, dan mungkin masih banyak lagi guru-guru perempuan yang membantu perekonomian keluarga tapi untuk mendapatkannya mereka rela membanting tulang untuk mendapatkan hasil yang sepadan. Mungkin sampai disini cerita saya, terima kasih.
> Nama : Ryan Firdiansyah Suryawan
> Alamat : Jln. Nusa Indah IV/13/133 rt.10/04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jaktim 13460
> Nomor Telepon : 08158839864

Kamis, 22 April 2010

Kehidupan Yang Bermanfaat

Assalamualaikum. kadang-kadang sebagai hamba Alloh manusia sering melupakan waktu sebagai acuan.banyak waktu yang terbuang sia-sia.sudahkah diri anda memanfaatkan waktu untuk mendapatkan hidup yang bermanfaat....?